7 Oktober 1965 sore
Tiga orang menyelinap disekitar pekarangan koh Liem. Mereka nampak waspada
dan berhati-hati ketika mengetuk pintu rumah warga tionghoa tersebut. Tak
menunggu lama, seraut wajah familiar muncul dari balik pintu. Salah seorang nampak
berbisik disusul isyarat pemilik rumah agar mereka segera bergegas masuk. Dengan wajah tegang, bergegas mereka memasuki rumah dan detik berikutnya pintu telah terkunci
kembali. Suasana kembali lengang, sunyi dan lebih mencekam. Raja siang beberapa detik lalu telah terbenam tertelan
pagar gunung disebelah barat desa. Sisa warna merah dilangit telah
membentuk goresan abstrak bermotif bunga semburat darah. Tak ada yang tahu bila mungkin langit telah memberi gambaran dan isyarat
dari beberapa hari kejadian penting di republik
ini. Atau sebuah pertanda buruk yang takkan lama lagi menimpa desa ini. Entahlah….
