19 Mei 2012

PREDIKSI DAN FAKTA LIGA CHAMPION 2012 (Bayern munchen Vs Chelsea)


Prediksi Pertandingan Bayern Munchen Vs Chelsea Final Liga Champions Eropa 2012 yang akan berlangsung di Allianz-Arena — München pada tanggal 20 Mei 2012 ini. Prediksi Bayern Munchen Vs Chelsea Final Liga Champions 2012 ini menguntungkan Bayern Munchen karena bermain di kandang sendiri di Jerman.
Chelsea sendiri dengan sedikit harapan untuk bisa meraih kemenangan meskipun bermain di Jerman kandangnya Bayern Munchen,namun namanya bola bundar siapa yang bisa memastikan yang menang dan yang kalah. Dalam pertandingan ini Bayern Munchen di prediksikan akan membuat setidak tidaknya 2 gol.
Bayern Munich-Chelsea
Pertemuan kedua tim terjadi pada musim 2004/05 di mana mereka saling menghabisi di babak perempat-final, saat itu, Chelsea berhasil menekuk Bayern dengan agregat 6-5.
Pertemuan leg pertama digelar di Stamford Bridge, Chelsea tampil perkasa dengan menghajar tim tamu dengan skor 4-2. Dua gol Frank Lampard dan satu gol dari masing-masing Joe Cole dan Didier Drogba, hanya mampu dibalas oleh Bastian Schweinsteiger dan Michael Ballack.
Di leg kedua, Bayern yang membutuhkan kemenangan dengan defisit dua gol untuk lolos malah hampir dipermalukan di kandang sendiri. Lampard membuka keunggulan Chelsea di menit ke-30, yang kemudian disamakan oleh Pizarro di menit ke-65. Namun, tuan rumah seakan tertegun ketika Drogba berhasil membawa Chelsea kembali unggul dengan skor 2-1 melalui golnya di menit ke-80. Beruntung, gol Guerrero di menit ke-90 dan gol Mehmet Scholl di menit kelima injury time, mampu menyelamatkan muka Bayern, meskipun mereka tetap tersingkir.
Chelsea-klub Jerman
Catatan bertanding Chelsea di Jerman kurang menguntungkan, pada babak penyisihan grup tahun ini, meskipun mereka mampu menaklukkan Bayer Leverkusen dengan skor 2-0 di Stamford Bridge, mereka kalah di kandang lawan dengan skor 2-1.
Dalam 13 pertandingan mereka sebelumnya menghadapi klub Jerman, mereka memetik tujuh kemenangan dan empat kekalahan, semua kekalahan tersebut saat Chelsea bertandang ke kandang lawan. Tapi, Chelsea tercatat meraih satu kemenangan di Jerman, yaitu saat bertandang ke markas VfB Stuttgart pada babak perdelapan-final Liga Champions 2003/04.
Bayern Munich-klub Inggris
Bayern telah menghadapi tim Liga Primer Inggris pada musim ini, mereka menghadapi Manchester City di babak penyisihan grup di mana kedua tim meraih kemenangan dengan skor 2-0 di kandang masing-masing.
Secara umum, Munich telah 35 kali menghadapi klub asal Inggris, mereka menang sebanyak 13 kali, imbang 12 kali dan kalah sepuluh kali. Tim Bavarian mencetak 51 gol dan kemasukan 43 gol. Dalam 16 pertandingan di kandang, Munich hanya kalah satu yaitu saat menjamu Norwich City pada leg pertama babak kedua Piala UEFA 1993/94.
Catatan di Final
Chelsea, bagaimanapun juga, pernah menaklukkan tim Jerman di laga final pada ajang Piala Winners pada tahun 1994 yang digelar di Stockholm, Swedia. Gianfranco Zola berhasil mencetak gol tunggal kemenangan The Blues atas Stuttgart saat itu.
Sementara Bayern Munich memiliki catatan yang lebih buruk, dalam tiga final Liga Champions mereka menghadapi klub asal Inggris, semuanya berakhir dengan kekecewaan, kecuali di laga pertama menghadapi Leeds United pada tahun 1974/75. Tujuh tahun kemudian Bayern menyerah dari Aston Villa, dan setelah itu mereka kembali menyerah dari perwakilan Inggris, Manchester United, pada laga final Liga Champions tahun 1999 di Barcelona.
Bayern juga takluk dari perwakilan Inggris saat melakoni laga Piala Super UEFA menghadapi Liverpool pada tahun 2001. Skuad Bavarian menyerah dengan skor 3-2 di Monaco.
Apabila dilihat dari kondisi di atas, Bayern Munich tampak lebih unggul dari Chelsea apabila dilihat dari faktor tempat digelarnya pertandingan final nanti, yaitu di Jerman. Namun, catatan Munich atas klub-klub Inggris di partai final kompetisi Eropa tampak cukup mengkhawatirkan dibandingkan dengan Chelsea, meskipun mereka hanya bertanding satu kali menghadapi klub Jerman di final. Laga final nanti dipastikan akan menjadi pertandingan yang sangat ketat dan cukup sulit untuk diprediksi.


MATEMATIS LAGA (Prediksi)
Kinerja lini depan finalis selama Liga Champions Eropa 2011/2012
CHELSEA
BAYERN
Kostum Nama
Main
Goal
Kostum Nama
Main
Goal
9
Fernando Torres
9
3
9
Nils Petersen
3
0
10
Juan Mata
11
2
11
Ivica Olić
4
2
11
Didier Drogba
7
5
25
Thomas Müller
11
1
21
Salomon Kalou
6
2
33
Mario Gomez
11
12
23
Daniel Sturridge
7
0




Sumber: uefa.com

Final Liga Champion Eropa yang akan digelar Minggu 20 Mei 2012 dini hari pukul 01:45 akan menampilkan adu ketajaman lini depan Chelsea dan tuan rumah Bayern München. Secara matematis, lini depan Bayern lebih tajam jika menilik statistik pertandingan.

Namun, ajang final bergengsi klub Eropa yang digelar di Stadion Fußball Arena München 3,5 ke dapan akan membuktikan apakah kalkulasi matematis tersebut berlaku.

Jika kita sandingkan secara head to head pemain lini depan antara kedua kesebelasan, Chelsea memiliki koleksi pemain lebih banyak, yaitu 5 orang (Fernando Torres,Juan Mata,Didier Drogba,Salomon Kalou,Daniel Sturridge).

Sementara itu Bayern hanya memiliki koleksi  5 pemain depan (Nils Petersen,Ivica Olić,Thomas Müller, Mario Gomez).

Akan tetapi kalau dilihat dari output-nya, Bayern lebih unggul karena  sepanjang pertandingan Liga Champion Erop 2011/2012 menjelang final,striker  tuan rumah telah mengoleksi 15 gol. Bandingkan dengan striker Chelsea yang mengoleksi  12 gol.

Kalau diperdalam lagi secara head to head pemain depan yang paling menonjol di antara kedua finalis, Chelsea diwakili oleh Didier Drogba, sedangkan Bayern ada Mario Gomez.

Mau tahu koleksi gol kedua striker itu? Output-nya ternyata sangat timpang.  Mario Gomez  telah dimainan sebanyak  11 pertandingan  dengan menciptakan 12 goal, artinya indeks goal pemain berdarah Brasil itu  adalah 109,1%.

Sementara itu Drogba  diturunkan dalam 7 pertandingan dengan koleksi goalnya  5. Dengan kata lain indeks  goal pemain asal Pantai Gading itu adalah  71,4%.

Secara matematis, dengan indeks seperti itu jelas Bayern layak diungulkan.  Akan tetapi, di balik keunggulan itu, Bayern justru memiliki titik kelemahan di diri Gomez.

Jika  Chelsea berhasil mematikan striker Bayern itu, maka ketajaman  lini depan Bayern bisa diredam. Selain itu, kinerja  4 striker Bayern tersebut sangat timpang, karena  80% goal striker Bayern di Liga Champion berasal dari kaki Gomez. Sebaliknya, output striker Chelsea ralatif lebih merata.

Sekalai lagi, ini hanya utak-atik matematis. Karena bagaimana pun juga sepak bola adalah permainan kolektif antar pemain lini depan, tengah, dan belakang.

Jangan lupa,  4 goal Bayern sepanjang turnamen Liga Champion Erop 2011/2012 justru lahir dari pemain sayap Arjen Robben. Pemain berdarah Belanda itu telah mengoleksi 4 goal.
Kurang dari dua jam saat ini, sejarah akan membuktikan keunggulan dua tim eropa di stadion maha megah The Alllianz Arena.








STADION ALLIANZ ARENA


Pada tanggal 20 Mei dini hari mendatang, pertandingan klub paling penting dalam sepakbola Eropa akan digelar di Allianz Arena di mana Bayern Munich akan bermain di kandangnya menghadapi Chelsea di final Liga Champions. Tetapi kapan stadion tersebut dibangun? Apa kelebihan stadion tersebut? Bangunan tersebut berdiri mengagumkan bukan hanya karena desainnya yang unik dan 25.344 bola lampu yang menyala di malam hari.

Sejarah

Sebelum izin pembangunan disetujui, pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah Munich membutuhkan stadion baru, dan apakah harus dibangun di lokasi di mana tempat sepakbola terbesar di kota tersebut, Olympiastadion. Sebuah proposal untuk menolak arena bersejarah tidak disetujui, jadi ofisial mulai mencari tempat baru. Pada referendum berikutnya, sebanyak 65,8 persen mendukung dibangunnya stadion baru, dan sekitar 37,5 persen pendukung keluar untuk membuat suara mereka didengar, sebuah rekor di Bavaria. Arsitek dari Swiss Herzog & de Meuron mendapatkan kontrak untuk membangun stadion tersebut, dan Allianz SE mendapatkan hak nama untuk proyek tersebut.
Pada tanggal 21 Oktober 2002, pembangunan dimulai. Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, stadion tersebut rampung, dan mulai saat itu menjadi kandang modern bagi Bayern Munich dan rival sekota mereka 1860. Hal yang paling mencolok ketika pertama kali berkunjung ke stadion tersebut adalah eksteriornya: 2760 bantalan berbentuk berlian memberikan struktur yang terlihat unik. Setiap bantalan hanya setebal 0,2 milimeter, setebal kertas. Ini adalah kulit terbesar di dunia. Semua itu dapat dinyalakan dengan warna merah (warna utama Bayern), biru (warna 1860), atau putih.
Lapangan di dalamnya juga sangat berkualitas, dengan memiliki lebar 68 meter dan panjang 105: total memiliki luar 7992 meter persegi. Jika rumput ingin diganti, 20 truk berisi rumput diperlukan, dan prosesnya membutuhkan dua setengah hari. Standar tinggi rumput 23 milimeter. Lapangan tersebut juga dilengkapi dengan sistem pemanas bawah tanah, yang dapat menjaga temperatur antara 35 dan 50 derajat celcius sepanjang musim. Di bawah rumput terdapat 14 pipa untuk menampung air hujan. Ini hanya beberapa rincian yang membuat sebuah konsep yang relatif sederhana, dari rumput hingga ke fasilitas berteknologi tinggi.

Dibuka sejak tahun 2005

Pertandingan pertama yang dimainkan di Allianz Arena digelar pada tanggal 30 Mei 2005, di mana 1860 memetik kemenangan 3-2 atas Nurnberg. Sehari setelahnya, Bayern menghadapi timnas Jerman di laga persahabatan. Kedua pertandingan dipenuhi penonton hingga tiket terjual habis, sebanyak 66 ribu penonton datang. Pada akhirnya, stadion senilai €340 juta tersebut telah dibuka.